Showing posts with label belajar statistika. Show all posts
Showing posts with label belajar statistika. Show all posts

Tuesday, October 20, 2015

Penjelasan mengenai Variabel


Sering kali kita mendengar kata variabel saat berbicara dengan teman kita. Tapi apakah kita tahu apa itu variabel?

Dalam bahasa singkatnya Variabel adalah sesuatu yang ingin kita lihat, kita amati, dan kita ukur

Di dalam dunia statistik, variabel mempunyai 2 karakteristik yaitu :

Monday, January 4, 2010

Melakukan Riset Kelas Dunia

Pernah tidak kebayang melakukan riset dengan kualitas tingkat dunia?
Waduh yang seperti apa ya?
Apakah yang melakukan harus orang luar negeri? Atau cakupannya harus yang buesar?
Riset kelas dunia tentunya tergantung dari hasil rekomendasi yang dihasilkan. Apakah rekomendasinya mampu mengatasi permasalahan yang ada. Kalau di dunia bisnis, rekomendasi yang dilakukan mampu membuat perusahaan merauk keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya.
Sebagus apapun rancangan risetnya, semahal apapun biaya risetnya, kalau tidak bisa menghasilkan rekomendasi yang berguna maka risset tersebut bisa kita katakan gagal.
Lalu bagaimana caranya untuk menjadi periset kelas dunia?
Yang jelas kita harus terus bereksperimen untuk melakukan riset demi riset dan terus memantau / memeriksa bagaimana rekomendasi yang kita hasilkan cukup berhasil mengatasi permasalahan yang ada atau tidak. Dan apakah rekomendasinya telah memberikan sesuatu nilai tambah atau tidak.
Dari pengamatan saya, ada 5 keahlian yang harus kita lakukan untuk menjadi periset kelas dunia.
  1. Mampu menemukan pokok permasalahan yang sedang dihadapi
  2. Mampu melakukan riset secara mendalam dan menyeluruh
  3. Mampu menghasilkan rekomendasi
  4. Mampu melakukan rekomendasi yang dihasilkan
  5. Mampu memonitoring dan mengevaluasi rekomendasi
Dari 5 keahlian di atas saya turunkan menjadi 5 langkah dalam melakukan riset kelas dunia.
1. Temukan pokok permasalahan
Dalam bukunya yang berjudul Riset Pemasaran, Malhotra, mengatakan banyak dari perusahaan salah mengambil kebijakan karena mereka ketidakberhasilan mereka dalam mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi.
Ada banyak cara dalam mengidentifikasi permasalahan. Cara yang terbaik adalah dengan merancang sendiri metodenya. Caranya dengan mencoba semua cara yang ditulis atau diseminarkan oleh semua periset-periset handal kelas dunia, seperti Hermawan Kartajaya, Philip Kotler, Malhotra, dll. Lalu kita bandingkan mana yang lebih mudah untuk diaplikasikan atau kita menggabungkan metode-metode itu.
2. Rancang dan lakukan riset secara mendalam dan menyeluruh
Setelah kita menemukan pokok permasalahannya, jangan lupa untuk merancang risetnya dan melakukannya. Rancangan riset ini juga tergantung dari permasalahan yang kita temukan, maka dari itu menemukan permasahan yang tepat sangat penting.
Untuk pemula, ada baiknya sebelum kita merancang riset, kita meneliti rancangan-rancangan riset yang telah dilakukan oleh periset terdahulu. Sebagai referensi kita dalam merancang dan melakukan riset.
3. Hasilkan rekomendasi
Ini yang terpenting, riset yang kita lakukan haruslah menghasilkan rekomendasi. Rekomendasi ini bukanlah kesimpulan dari riset yang kita lakukan, tapi berupa langkah-langkah strategis (konkrit) yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan.
Misalnya : misalnya dari hasil riset mengatakan bahwa penurunan laba perusahaan adalah dikarenakan kurangnya ekuitas brand perusahaan lebih kecil dari perusahaan kompetitor. Sehingga banyak calon pelanggan beralih ke perusahaan kompetitor. Maka rekomendasinya adalah bagaimana supaya ekuitas brand perusahaan meningkat. Seperti memperkuat pelayanan yang prima dengan mengeluarkan program-program baru yang mempermudah dan mempersingkat pelayanan yang telah ada. Dan program ini kualitasnya haruslah lebih tinggi dari yang pelayanan yang sebelumnya.
4. Lakukan rekomendasi
Jangan hanya pandai menghasilkan rekomendasi, tapi juga pandailah untuk melakukan rekomendasi yang telah dikeluarkan. Seperti yang sering dipakai oleh Pak Hermawan Kartajaya, “Practice what you preach”
Kemampuan untuk melakukan rekomendasi ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi kita. Karena tidak banyak yang bisa melakukannya. Banyak yang bisa menganalisa, melakukan riset tapi sedikit yang bisa melakukan rekomendasi. Kemampuan inilah yang membuat Mark Plus, konsultan marketing, bisa melejit menjadi konsultan marketing nomor 1 se-ASEAN. Dan berhasil mendudukkan Hermawan Kartajaya sebagai 1 dari 50 orang yang mengubah wajah marketing di dunia.
5. Monitoring dan evaluasi rekomendasi
Yang terakhir adalah melakukan monitoring dan mengevaluasi rekomendasi yang dilakukan. Hal ini penting sekali untuk mengukur bagaimana keampuhan rekomendasi kita dalam mengatasi masalah.
Terlepas dari berhasil tidaknya rekomendasi, tetap harus kita catat, sebagai acuan dalam melakukan riset yang akan datang. Dengan bagitu pengalaman kita akan semakin banyak dan bisa menjadi bekal kita untuk melakukan riset kelas dunia.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Asal kita punya tekad dan kemauan yang tinggi. Pak Hermawan, Pak Kresnayana, Pak Kotler, 30 – 40 tahun yang lalu mereka bukanlah siapa-siapa. Tapi sekarang, semua perkataan mereka selalu didengarkan dan bahkan dinantikan oleh banyak kalangan. Mereka bisa seperti sekarang ini karena telah melakukan riset kelas dunia. Dan tulisan saya di atas, adalah hasil pengalamatan dan penelitian saya terhadap beliau-beliau. Melalui tulisan-tulisan mereka yang termuat di dalam buku, majalah, Koran, internet dan juga melalui tayangan televisi, dan you tube.
Jadi, bagaimana pendapat anda?
Tertarik untuk menjadi periset kelas dunia?

Sunday, February 8, 2009

Penjelasan tentang Scatter plot

Scatter plot adalah sebuah grafik yang biasa digunakan untuk melihat suatu pola hubungan antara 2 variabel. Untuk bisa menggunakan scatter plot, skala data yang digunakan haruslah skala interval dan rasio.




Contoh grafik scatter plot bisa dilihat seperti gambar dibawah ini :


Gambar 1. Scatter plot


Friday, February 6, 2009

Mengkomunikasikan Hasil Analisa


Alkisah, di suatu malam seorang raja terbangun dari tidurnya. Rupanya, sang raja baru saja mendapat mimpi buruk yang penuh teka-teki. Dengan napas masih terengah-engah, sang raja berteriak memanggil hulubalang kerajaan.

“Hulubalang … panggil peramal istana sekarang juga. Cepaaat …!” Hulubalang tergopoh-gopoh pergi menuaikan perintah raja tanpa berani bertanya siapa peramal yang dikehendaki raja.

Tak lama, seorang peramal kerajaan menghadap. Raja langsung membeberkan mimpinya dan meminta si peramal mengartikannya. “Aku bermimpi aneh sekali. dalam mimpi itu, gigiku tanggal semua. Hah … pertanda apa ini? Tanya sang raja.

Setelah mengadakan perhitungan penanggalan secara cermat dan teliti, dengan sedih si peramal berkata, “Mohon ampun, Baginda … dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan, bahwa kesialan akan menimpa Baginda. Karena, setiap gigi yang tanggal itu berarti seorang anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia. Jika semua gigi tanggal, berarti kesialan besar, semua anggota keluarga kerajaan akan meninggal dunia.”Bagai disambar geledek, raja langsung merah padam mukanya.

Perlambang buruk yang disampaikan si peramal itu membuatnya marah besar. Raja langsung memerintahkan supaya peramal itu dihukum cambuk badan 20 kali.Hukuman pun segera dilaksanakan.

Walau begitu, kegundahan hati sang raja tidak juga mereda. Raja masih gelisah dan merasa tidak puas. Lalu sang raja memerintahkan hulubalang untuk memanggil peramal yang lain. Segeralah seorang peramal baru datang menghadap sang raja.

Kali ini, setelah mendengar penuturan mimpi sang raja, peramal itu tersenyum. “Baginda Raja … dari penerawangan hamba, mimpi itu membawa pesan bahwa Baginda adalah orang paling beruntung di dunia. Paduka berumur panjang dan akan hidup lebih lama dari semua sanak keluarga Baginda,” kata peramal.

Setelah mendengar perkataan peramal tersebut, mendadak secercah senyum mengembang di muka sang raja. Tampaknya, sang raja sangat senang dengan perkiraan peramal tadi. “Kamu memang peramal yang pandai dan hebat. Dan sebagai hadiah atas kehebatanmu itu, aku hadiahkan 5 keping emas untukmu, terimalah …”Setelah peramal kedua itu pergi, sang raja bertanya kepada penasehat istana tentang kualitas dan keakuratan kedua peramal tadi.

Penasihat istana yang telah menyaksikan peristiwa tersebut dengan berani dan bijaksana berkata, “Baginda … menurut hamba, peramal pertama mengartikan tanggalnya gigi Baginda sama artinya dengan meninggalnya kerabat Baginda.

Sementara peramal kedua mengartikan Baginda berumur lebih panjang dibandingkan kerabat Baginda,” kata si penasihat istana. Raja mendengarkan dengan seksama. “Sesungguhnya, kedua peramal itu menyatakan hal yang sama. Yaitu, semua kerabat Baginda akan meninggal lebih dulu, dan Baginda seoranglah yang hidup lebih lama,” penasihat melanjutkan.

Kemudian, penasihat istana menyimpulkan, “Jadi sebenarnya, kedua peramal tadi mempunyai kualitas yang setara. Yang membedakan hanyalah cara penyampaian mereka. Peramal pertama berbicara apa adanya tanpa memikirkan dampak negatifnya. Sementara peramal kedua menjawab dengan cerdik dan bijaksana sehingga Baginda merasa senang dan memberinya hadiah”.

-------------------

Cerita raja di atas, juga berlaku saat kita mempelajari statistika. Mungkin kita sangat canggih membuat analisa dengan sangat akurat, tetapi hasilnya tidak akan banyak bermanfaat jika kita tidak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.

Jadi, selain kita mempelajari bagaimana menganalisa yang akurat, kita juga harus mempelajari ketrampilan untuk mengkomunikasikan hasil analisa dengan bahasa positif seperti yang telah dilakukan oleh peramal kedua.

Cerita raja diambil dari bukunya Andrie Wongso yang berjudul “12 Succes Wisdom”

Tuesday, January 27, 2009

Menentukan jumlah sampel yang akan diteliti

Stephen Isaac dan Michael Wiliam B di dalam bukunya yang berjudul "Handbook in research and evaluation" telah membuat sebuah tabel untuk menentukan jumlah sampel. saya tidak membaca bukunya secara langsung, tapi saya membacanya di bukunya Prof.Dr. Sugiono yang judulnya "metode penelitian pendidikan".



tabel ini di tulis dengan rumus seperti di bawah ini :
dengan :

λ2 dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10 %

N = Jumlah Populasi


P = Q = 0,5


d = 0,05



Berdasarkan rumus diatas dihitung jumlah sampel dari populasi mulai dari 10 sampai dengan 1.000.000. hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Populasi

Jumlah Sampel

1%

5%

10%

10

10

10

10

15

15

14

14

20

19

19

19

25

24

23

23

30

29

28

27

35

33

32

31

40

38

36

35

45

42

40

39

50

47

44

42

55

51

48

46

60

55

51

49

65

59

55

53

70

63

58

56

75

67

62

59

80

71

65

62

85

75

68

65

90

79

72

68

95

83

75

71

100

87

78

73

110

94

84

78

120

102

89

83

130

109

95

88

140

116

100

92

150

122

105

97

160

129

110

101

170

135

114

105

180

142

119

108

190

148

123

112

200

154

127

115

210

160

131

118

220

165

135

122

230

171

139

125

240

176

142

127

250

182

146

130

260

187

149

133

270

192

152

135

280

197

155

138

290

202

158

140

300

207

161

143

320

216

167

147

340

225

172

151

360

234

177

155

380

242

182

158

400

250

186

162

420

257

191

165

440

265

195

168

460

272

198

171

480

279

202

173

500

285

205

176

550

301

213

182

600

315

221

187

650

329

227

191

700

341

233

195

750

352

238

199

800

363

243

202

850

373

247

205

900

382

251

208

950

391

255

211

1000

399

258

213

1100

414

265

217

1200

427

270

221

1300

440

275

224

1400

450

279

227

1500

460

283

229

1600

469

286

232

1700

477

289

234

1800

485

292

235

1900

492

294

237

2000

498

297

238

2200

510

301

241

2400

520

304

243

2600

529

307

245

2800

537

310

247

3000

543

312

248

3500

558

317

251

4000

569

320

254

4500

578

323

255

5000

586

326

257

6000

598

329

259

7000

606

332

261

8000

613

334

263

9000

618

335

263

10000

622

336

263

15000

635

340

266

20000

642

342

267

30000

649

344

268

40000

563

345

269

50000

655

346

269

75000

658

346

270

100000

659

347

270

150000

661

347

270

200000

661

347

270

250000

662

348

270

300000

662

348

270

350000

662

348

270

400000

662

348

270

450000

663

348

270

500000

663

348

270

550000

663

348

270

600000

663

348

270

650000

663

348

270

700000

663

348

270

750000

663

348

270

800000

663

348

271

850000

663

348

271

900000

663

348

271

950000

663

348

271

1000000

663

348

271

tak terbatas

664

349

272


<< Kembali